Dua relawan karhutla di Kalimantan meninggal dunia setelah bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah. (Foto: IG/Ist)

PALANGKA RAYA, iNews.id - Perjuangan melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah kembali menyisakan duka. Dua relawan yang berada di garis depan penanganan kebakaran meninggal dunia setelah mengalami gangguan kesehatan akibat beratnya kondisi di lapangan.

Kedua relawan tersebut yakni Ahmad Rizani (54), Ketua Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) Sabaru, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, serta Ahmadin alias Itam Madin, relawan Damkar Huma Singgah Itah di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Ahmad Rizani meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis. Dia sebelumnya mengalami penurunan kondisi kesehatan usai bertugas melakukan pengecekan lahan pascapemadaman karhutla.

Relawan yang juga menjabat sebagai Ketua TSAK Kelurahan Sabaru itu sempat tidak sadarkan diri akibat kelelahan setelah berjibaku memadamkan api. Kondisinya kemudian memburuk hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit.

Ahmad Rizani diduga mengalami kelelahan setelah terpapar asap pekat di lokasi kebakaran. Dia juga diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi.

Prosesi pemakaman Ahmad Rizani berlangsung penuh haru di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Karanggan, Palangka Raya. Keluarga dan rekan sesama relawan mengiringi kepergian sosok yang selama ini aktif membantu penanganan karhutla.

Sementara itu, duka juga datang dari Kabupaten Kotawaringin Barat. Relawan Damkar Huma Singgah Itah, Ahmadin alias Itam Madin, meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun.

Ahmadin mengalami sesak napas setelah berhari-hari terpapar asap saat membantu memadamkan karhutla di sejumlah wilayah Kobar. Dia disebut telah berada di lokasi kebakaran selama sekitar satu pekan sebelum akhirnya mendapat perawatan medis. Namun, kondisi Ahmadin terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia pada Minggu (30/8/2026) malam.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kobar Dwi Agus Suhartono mengatakan, sebelumnya terdapat dua anggota Satgas Karhutla yang harus mendapatkan perawatan di RSUD Sultan Imanudin.

Menurut dia, kepergian Ahmadin menjadi kehilangan besar bagi keluarga, rekan relawan, serta seluruh petugas yang selama ini berjuang menangani karhutla.

“Kepergian Ahmadin menjadi pukulan bagi keluarga, rekan sesama relawan, serta para petugas yang selama ini berjuang menangani karhutla,” ujar Dwi Agus.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network