PALANGKA RAYA, iNews.id – Emak-emak di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, turun langsung menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Tanpa takut, mereka memadamkan kobaran api yang membakar lahan reboisasi di kawasan Jalan Tjilik Riwut.
Lengkap menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, helikopter pemadam, serta sepatu boots keselamatan, Roro dan rekannya dengan sigap menarik selang dan mengoperasikan nozzle untuk menyemprotkan air ke titik-titik api utama.
Mereka harus menyisir medan gambut yang panas dan bergejolak dari satu titik ke titik lain demi melakukan pembasahan (wetting) agar material bawah tanah tidak kembali menyala.
"Murni atas kemauan sendiri karena peduli terhadap lingkungan dan dampak kabut asap yang makin memprihatinkan," ujar Roro di tengah lokasi pemadaman, Jumat (2/10/2026).
Motivasi terbesar para perempuan tangguh ini terjun langsung ke lapangan bukan sekadar panggilan tugas, melainkan pengalaman emosional melihat keluarga mereka sendiri menjadi korban dari paparan asap.
Roro menceritakan anaknya sempat mengalami sakit batuk dan pilek akibat menghirup udara beracun hasil pembakaran lahan. Hal tersebut memacunya untuk bergerak ketimbang sekadar berdiam diri di rumah.
"Kami berharap orang-orang yang dengan sengaja membakar lahan bisa sadar akan bahayanya. Karhutla ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi menyiksa kesehatan anak-anak kita dan melumpuhkan aktivitas warga," kata Roro.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait