Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. (Foto: iNews).

SAMPIT, iNews.idKabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang turun hingga 200–300 meter dan mengganggu aktivitas warga.

Kabut asap tampak menyelimuti sejumlah ruas jalan di Kota Sampit, termasuk Jalan Cilik Riwut, pada Rabu (5/8/2026) pagi. Pekatnya asap membuat pengendara sepeda motor menyalakan lampu kendaraan dan mengurangi kecepatan demi menghindari kecelakaan lalu lintas.

Selain mengganggu jarak pandang, asap juga menimbulkan bau menyengat sejak dini hari. Sejumlah warga mengeluhkan sesak napas dan mata perih akibat paparan kabut asap yang semakin tebal.

"Yang saya rasakan tidak enak dihidung, ada bau-bau menyengat dan terasa perih di mata karena asapnya mulai menebal," ujar, salah satu warga Sampit, Bahtiar, Rabu (5/8/2026). 

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Kotim, Halikinnor menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan untuk berkoordinasi mengantisipasi dampak kabut asap. Jika kualitas udara terus memburuk, jam belajar di sekolah dimungkinkan akan diundur.

"Misalnya pagi mulai kabut asap, kan bisa saja kan jamnya dimundurkan," ujar Halikinnor. 

Dia mengatakan, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September. Kondisi itu dinilai berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan serta memperparah kabut asap di wilayah Kotawaringin Timur.


Editor : Kurnia Illahi

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network