SAMPIT, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Petugas gabungan berjibaku memadamkan api karena kebakaran berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan.
Kebakaran terjadi di sekitar ujung landasan Bandara Haji Asan Sampit, tepatnya di Jalan Cilik Riwut Kilometer 6 arah Sampit-Palangka Raya.
Api dengan cepat membesar karena lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut dan semak belukar yang mengering selama musim kemarau.
Kondisi tersebut membuat proses pemadaman tidak mudah. Petugas dari posko gabungan terus melakukan penanganan untuk mencegah api meluas sekaligus memastikan kawasan sekitar bandara tetap aman bagi aktivitas penerbangan.
Wakil Koordinator Pos Komando 3 Karhutla Kotawaringin Timur, Rihel Magat mengatakan, menerima laporan mengenai gangguan akibat kabut asap dari pilot Wings Air melalui Air Traffic Controller (ATC), Senin siang.
Dia menyampaikan, kabut asap tebal sempat mengganggu penerbangan pada ketinggian tertentu. Meski demikian, kondisi tersebut berhasil diatasi sehingga pesawat tetap dapat mendarat dengan lancar.
"Yang kami khawatirkan adalah pesawat yang besar, itu kan membutuhkan jarak pandang yang jauh tapi semuanya bisa kita atasi," ujar Rihel Magat.
Menurutnya, penanganan karhutla di kawasan KKOP Bandara Haji Asan Sampit membutuhkan perhatian lebih dibandingkan lokasi lainnya. Hal itu karena aspek keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama dalam proses pemadaman.
Petugas kini terus berupaya memadamkan titik api agar kebakaran tidak meluas dan kabut asap tidak kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait