Cegah Penimbunan, Pemkot Palangka Raya Batasi Pembelian BBM Subdsidi

Antara · Selasa, 13 September 2022 - 19:37:00 WIB
Cegah Penimbunan, Pemkot Palangka Raya Batasi Pembelian BBM Subdsidi
Ilustrasi BBM

PALANGKA RAYA, iNews.id - Cegah praktik penimbunan, Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya, Kalimantan Tengah, membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis pertalite dan bio solar. Pembatasan pembelian itu disahkan melalui surat edaran bernomor 750/974/PKUMKP/Dag.1/IX/2022 tertanggal 12 September. 
  
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, Surat itu juga telah disampaikan kepada pimpinan dan pengelola SPBU di kota setempat. 

Dalam surat edaran itu, kata dia, dijelaskan bahwa kendaraan dinas pelat merah tidak boleh melakukan pengisian BBM pertalite dan biosolar. Kecuali ambulans, mobil jenazah dan kendaraan pengangkut sampah milik pemerintah daerah.

Pengelola SPBU juga tidak diperkenankan melayani pembelian secara berulang-ulang bagi kendaraan bermotor roda empat, roda tiga, dan roda dua yang menggunakan tangki modifikasi.

Selain itu juga tidak diperbolehkan melayani pembelian dengan jeriken atau drum yang digunakan untuk diperjualbelikan kembali oleh pengecer.

"Namun, masih dapat diperbolehkan untuk sektor pertanian dan perikanan dengan syarat melampirkan rekomendasi perangkat daerah terkait," ujarnya.

Untuk pengisian BBM sendiri, kata dia, kendaraan bermotor roda empat maksimal 30 liter, kendaraan bermotor roda tiga maksimal 15 liter dan pengisian kendaraan bermotor roda dua maksimal delapan liter.

"Selain itu, pengelola SPBU juga agar terus mensosialisasikan pembayaran melalui digitalisasi dan pendaftaran aplikasi MyPertamina untuk konsumen pengguna BBM bersubsidi kepada masyarakat luas," katanya.

Dengan dikeluarkan surat bernomor 750/974/PKUMKP/Dag.1/IX/2022 tersebut, maka Surat Edaran Walikota Palangka Raya Nomor : 750/ 50 /PKUKMP/Dag.1/VI/2022 perihal pengaturan pembatasan pembelian BBM jenis pertalite dan biosolar resmi dicabut.

Surat edaran pengaturan pembelian BBM yang terbaru, itu dikeluarkan juga dalam rangka menindaklanjuti Surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 218.K/MG.01/MEM.M/2022, tanggal 3 September 2022 tentang harga jual eceran jenis BBM tertentu dan jenis BBM khusus.

Editor : Candra Setia Budi

Bagikan Artikel: