Mobil Satpol PP dan ASN di Palangka Raya Dibobol Pencuri Modus Pecah Kaca
PALANGKA RAYA, iNews.id – Empat mobil menjadi sasaran komplotan pencurian dengan modus pecah kaca pada Selasa (10/3/2026). Para pelaku berhasil menggasak uang tunai, laptop, hingga dokumen penting milik para korban.
Ironisnya, aksi ini terjadi saat para korban tengah menghadiri acara silaturahmi dan sosialisasi Kartu Huma Betang di Istana Isen Mulang (Rumah Jabatan Gubernur Kalteng). Pelaku memanfaatkan situasi saat kendaraan diparkir di bahu jalan yang tak jauh dari lokasi acara.
Berdasarkan data di lapangan, pelaku menyisir kendaraan yang terparkir di dua titik berbeda. Tiga mobil menjadi korban saat terparkir di Jalan Katamso, sementara satu mobil lainnya dibobol di Jalan Panjaitan, Palangkaraya.
Salah satu korban, Yusup, yang merupakan anggota Satpol PP, mengaku terkejut saat melihat kaca mobilnya sudah hancur. Ia kehilangan uang tunai sebesar Rp1,7 juta serta dokumen penting seperti SIM, STNK, dan KTP.
"Pas mau pulang, saya lihat kaca mobil sudah pecah. Dompet berisi uang dan surat-surat di dalam mobil hilang semua," ujar Yusup, Rabu (11/3/2026).
Korban lainnya, Alex Kuriatmaja, seorang PNS, juga mengalami nasib serupa. Tas miliknya yang berisi satu unit laptop dan sejumlah kartu ATM raib dibawa kabur pelaku. Sementara satu korban lainnya hanya mengalami kerugian materil berupa kerusakan kaca mobil karena tidak meninggalkan barang berharga di dalam kabin.
Mendapat laporan tersebut, Tim Jatanras dan Inafis Polresta Palangkaraya langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas memeriksa bekas pecahan kaca dan mencari sidik jari yang ditinggalkan pelaku di badan kendaraan.
Polisi juga menyisir area sekitar untuk mencari rekaman CCTV yang mungkin merekam pergerakan terduga pelaku. Kasus ini kini tengah ditangani serius oleh Satreskrim Polresta Palangka Raya.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan tidak meninggalkan barang berharga di dalam mobil, terutama saat parkir di tempat umum tanpa pengawasan maksimal. Aksi pecah kaca kerap meningkat menjelang hari besar keagamaan karena kelalaian pemilik kendaraan yang merasa aman meninggalkan barang di dalam mobil.
Editor: Kastolani Marzuki