"Sudah menunggu berhari-hari tapi belum ada kejelasan. Rencananya saya mau beralih melanjutkan perjalanan darat menuju Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan," ucap Endang.
Para calon penumpang kini hanya bisa berharap agar kabut asap segera mereda dan hujan lebat dapat segera turun untuk memadamkan ribuan titik api karhutla. Dengan demikian, jarak pandang dapat kembali normal dan aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut bisa beroperasi seperti sediakala.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait