PALANGKA RAYA, iNews.id - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, berdampak pada kesehatan masyarakat. Puskesmas Pahandut mencatat 975 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama Agustus hingga Oktober 2026, dengan jumlah tertinggi terjadi pada September.
Berdasarkan data Puskesmas Pahandut, terdapat 432 kasus ISPA pada September. Penyakit tersebut menyerang berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Salah satu pasien, Akbar, bahkan harus mendapatkan bantuan oksigen setelah mengalami sesak napas sejak sehari sebelumnya. Kondisi ini menjadi perhatian di tengah kabut asap yang menyelimuti wilayah Palangka Raya akibat maraknya kebakaran hutan dan lahan.
"Rasanya dada sesak, batuk pilek, kepala pusing," kata Akbar, salah satu pasien ISPA.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait