Air untuk pemadaman diperoleh dari sumur bor milik warga. Sumber air tersebut digunakan petugas untuk menahan pergerakan api agar tidak mencapai rumah-rumah di sekitar lokasi.
Beruntung, kedua petugas akhirnya berhasil keluar dari kepungan api dan menyelamatkan diri. Pemadaman kemudian dilanjutkan untuk mengendalikan kobaran yang masih menjalar di lahan gambut.
"Sempat kewalahan karena anginnya lumayan kencang. Sempat terkepung oleh api tadi," ujar petugas Dalkarhutla Dishut Kalteng, Fauzi Rahman di lokasi.
Warga menyebut kebakaran lahan di kawasan tersebut telah berlangsung selama beberapa hari. Kobaran api yang terus bergerak mendekati permukiman membuat warga semakin resah.
"Ini sudah beberapa hari kejadiannya tapi puncaknya hari ini karena apinya besar," kata Wawan, salah satu warga.
Kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya masih menjadi ancaman di tengah kondisi kemarau dan cuaca ekstrem. Api tidak hanya membakar lahan, tetapi juga berpotensi mengancam rumah warga dan mulai mendekati sejumlah ruas jalan protokol di dalam kota.
Petugas masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik untuk mencegah api kembali membesar serta meluas ke kawasan permukiman.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait