Westland Wasp pada 1995 juga pernah dipamerkan dalam event pameran ABRI (kini TNI), yaitu memamerkan kelengkapan penuh, selain Torpedo MK46 juga diperlihatkan beberapa perangkat yang bisa dipasang untuk misi SAR di lautan.
Pada pameran tersebut, Westland Wasp diawaki oleh seorang pilot dan seorang aircrew yang berperan sebagai navigator untuk pelepasan senjata. Besar kapasitas angkutnya di bagian belakang heli ini dapat memuat 3-44 orang penumpang.
Selain itu untuk melayani misi tempur dan patrol, Wasp ditenagai oleh mesin Rolls-Royce Nimbus 103 turboshaft yang dapat menghantarkan Wasp hingga kecepatan maksimum 193 km per jam serta jangkauan terbang sampai dengan 488 Km.
Keunikan Westland Wasp
Memiliki empat roda yang bisa digerakkan ke segala arah sehingga memudahkan dalam pengaturan helipad dan hangar pada frigat yang luas. Selain memiliki baling-baling yang bisa dilipat, Westland Wasp juga memiliki ekor lipat, sehingga ekor heli bisa ditekuk untuk memaksimalkan ruang yang ada di hanggar.
Uniknya mesin di heli ini dibiarkan terbuka dengan alasan untuk mempermudah perawatan, namun ada kelemahannya juga jika sewaktu-waktu heli di berondong tembakan, elemennya jadi melemah dan bisa berakibat fatal.
Heli ini dirancang untuk di lautan sehingga dilengkapi pelampung yang mengembang jika terjadi crash, letak pelampung ini terdapat di besi penyangga persis di sisi kiri dan kanan mesin.
Westland Wasp Pensiun
TNI AL merasa setelah ditinggal Wasp belum ada heli pengganti yang memiliki kualifikasi seperti Wasp. Sandaran kekuatan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Penerbal) hanya berkutat pada heli Bo-105, NBell-412 dan Super Puma.
Itulah informasi seputar mengenal Westland Wasp yang menjadi bagian terpenting TNI AL pada masa Orba.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait