5 Tempat Wisata Kuliner Bersejarah di Indonesia, Ada Kedai Kopi Berdiri sejak 1927

Faqihah Husnul Khatimah ยท Jumat, 30 September 2022 - 14:40:00 WIB
5 Tempat Wisata Kuliner Bersejarah di Indonesia, Ada Kedai Kopi Berdiri sejak  1927
Tempat wisata kuliner bersejarah di Indonesia, selain menyediakan beragam kuliner lezat juga memiliki sejarah yang menarik untuk didalami lebih jauh.

PALANGKA RAYA, iNews.id – Tertarik mengunjungi tempat wisata kuliner bersejarah di Indonesia? Selain menyediakan beragam kuliner lezat, beberapa tempat wisata ini juga memiliki sejarah yang menarik untuk didalami lebih jauh.

Indonesia memiliki beragam kuliner yang memanjakan lidah. Mulai dari makanan khas daerah hingga minuman kopi bercita rasa unik. Butuh waktu lama untuk berkelana mencicipi berbagai kuliner di Indonesia. 

Sejumlah tempat yang menjual beragam kuliner ini pun memiliki nilai sejarah. Banyak tempat wisata kuliner di Indonesia telah berdiri sejak puluhan hingga ratusan tahun lalu. 

Hal ini menjadi kesukaan para traveler karena dapat menikmati dua pengalaman sekaligus.

Berikut daftar tempat wisata kuliner bersejarah di Indonesia:

1. Rumah Tjilik Riwut Gallery & Resto, Palangkaraya

Nama Tjilik Riwut merupakan seorang pahlawan nasional sekaligus Gubernur Kalimantan Tengah (1959-1967) yang pertama. Rumah Tjilik Riwut Gallery & Resto menyimpan kenangan melalui masakan khas dayak. 

Resto ini juga memamerkan foto-foto dan barang-barang milik Tjilik Riwut. Dulunya, tempat ini merupakan rumah dinas bekas Gubernur Tjilik yang menjadi milik keluarga.

Menu khas dayak yang dijajakan antara lain juhu umbut rotan, juhu ujau, juhu rimbang, kandas sarai, tumis bajai dan kalaki. Selain menu dayak, terdapat pula menu umum, seperti rawon, sop buntut, sop iga, capcay dan cah kangkung. 

Kandas sarai atau sambal serai yang terbuat dari cabai, bawang merah ditambah batang serai merupakan makanan kesukaan Tjilik. 

2. Kopi Es Tak Kie, Glodok, Jakarta Barat

Pertama kali dibuka pada 1927 oleh Liong Kwie Tjong dan menjadi salah satu kedai kopi tertua di Jakarta. Awalnya Kopi Es Tak Kie dijual menggunakan gerobak di kawasan Petak Sembilan. 

Kemudian, berjalan tiga tahun barulah menempati bangunan di Gang Gloria, Glodok, Jakarta Barat.

Penamaan Kopi Es Tak Kie berasal dari kata tak dan kie. Kata tak artinya orang yang bijaksana, sederhana, apa adanya. Sedangkan, kata kie bermakna sesuatu yang mudah diingat oleh banyak orang. 

Menu kopi yang disediakan hanya ada dua, yakni kopi hitam dan kopi susu. Proses pembuatan kopinya juga masih menggunakan saringan tradisional. 

Menurut beberapa sumber, awalnya kopi hanya sebagai pendamping menu utama, yaitu bubur kacang hijau, kwetiau dan lain sebagainya. Namun, kopi lebih laku sehingga menu utamanya berganti.

3. Lumpia Gang Lombok, Semarang

Belum lengkap rasanya bila mengunjungi Semarang tidak mampir ke Lumpia Gang Lombok yang bertempat di Jalan Gang Lombok No. 11, Purwodinatan, Semarang Tengah. Lumpia Gang Lombok telah ada lebih dari satu abad lalu. 

Melansir dari beberapa sumber, Lumpia Gang Lombok berawal dari laki-laki Tiongkok yang bernama Tjoa Thay Joe yang menikahkan perempuan Jawa bernama Warsih. Mereka sama-sama memiliki usaha kuliner dan menciptakan makanan baru berupa udang dan rebung yang digulung menggunakan adonan tepung. 

Sampai saat ini, Lumpia Gang Lombok tidak pernah sepi pengunjung dan masih mewariskan cara pembuatan lumpia tradisional. 

4. Pos Ketan Legenda 1967, Alun-Alun Batu

Bila berkunjung ke Batu, Jawa Timur cobalah untuk mengunjungi Pos Ketan Legenda 1967. Salah satu tempat wisata kuliner bersejarah di Indonesia ini bermula dari perempuan bernama Siami yang berjualan ketan pertama kali pada 1967. 

Dia berjualan ketan di depan Kantor Pos sehingga kini bernama Pos Ketan. Makanan yang dijual di sini sering disantap sebagai kudapan malam hari bersama minuman hangat. 

Ketan yang digunakan dipilih dari kualitas terbaik sehingga rasanya konsisten lezat. Pembeli juga bisa memilih puluhan varian topping yang disediakan.

5. Toko Oen, Alun-Alun Malang

Berlokasi di Jalan Basuki Rahmat No. 5 berjejeran dengan bangunan histori lain di Alun-Alun Malang. Toko Oen di Alun-Alun Malang telah berdiri sejak 1930 sehingga kamu bisa merasakan unsur klasik dan nuansa lampau dari bangunan ini. 

Toko Oen diprakarsai oleh Nyonya Liem Gien Nio atau Nenek Oen yang bermula di Yogyakarta pada 1910.

Toko Oen terus bertransformasi dalam penjualan. Mulanya mereka hanya menjual kue kering. Kemudian, bertambah es krim dan akhirnya menjadi restoran yang menyediakan makanan Belanda, Indonesia dan China.

Nah, itu dia lima tempat wisata kuliner bersejarah di Indonesia. Manrik untuk dikunjungi.

Editor : Kurnia Illahi

Bagikan Artikel: