Dikepung Banjir, Aktivitas Pasar Tradisional di Pangkalan Bun Terganggu
PANGKALAN BUN, iNews.id - Hujan yang terus menurus terjadi di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, membuat pasar Tradisonal Indrasari dikepung banjir dengan ketinggian mulai 30 hingga 60 centimeter. Akibatnya, membuat mayoritas pedagang tidak berjualan dan aktivitas perekonomian di pasar pun terganggu.
Seorang pedagang pasar bernama Azis mengatakan, hujan yang terus menerus terjadi di Kota Pangkalan Bun membuat debit air Sungai Arut terus mengalami kenaikan.
Karena kenaikan itu, sambungnya, membuat toko, dan lapak pedagang yang berdekatan dengan bantaran Sungai Arut terendam banjir setinggi lutut orang dewasa.
"Hampir seluruh kios pedagang pakaian dan sembako memilih tutup, dan mengamankan barang dagangannya ke rumah," katanya.
"Meski dikepung banjir, namun masih ada beberapa pedadang yang membuka tokonya untuk melayani para pembeli yang sudah menjadi langganannya. Yang jelas omset menurun drastis hingga 30 persen," sambungnya.
Selain itu, ada juga pedagang yang berjualan seperti pedagang sayur dan ikan.
"Pedagang sayur dan ikan tetap berjualan namun berpindah sementara di tempat yang lebih aman di emperan toko," ujarnya.
Kata dia, banjir musiman kali ini merupakan yang terparah dari sebelumnya. Bahkan, sudah terjadi 4 kali di tahun 2022.
"Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warung makanan siap saji tetap berjualan meski kios yang mereka tempati terendam air memang terlihat sepi dari pengunjung namun kebanyakan pembeli memilih untuk dibungkus," ungkapnya.
Berbeda dengan Rahman, pedagang sembako ini rela membuat jembatan sepanjang 10 meter agar pelanggannya tetap bisa berbelanja di tokonya yang buka sendirian di tengah kepungan banjir.
Dirinya pun berharap agar banjir ini dapat surut sehingga perekonmian pulih dan dapat meningkatkan pendapatan mereka.
"Berharap banjir segera surutlah, agar perekonomian bisa pulih serta aktivitas perdagangan kembali lancar," pungkasnya.
Editor: Candra Setia Budi