Terungkap, Ini Alasan Mantan Karyawan Curi BBM di Tower Jaringan Telekomunikasi

Ade Sata ยท Kamis, 24 November 2022 - 19:52:00 WIB
Terungkap, Ini Alasan Mantan Karyawan Curi BBM di Tower Jaringan Telekomunikasi
Dua pencuri BBM di lokasi tower jaringan telekomunikasi saat digiring petugas. Salah satu pelaku merupakan mantan karyawan. (Foto: Ade Sata/iNews)s

PALANGKA RAYA, iNews.id - Pelaku pencurian bahan bakar minyak (BBM) di lokasi tower jaringan telekomunikasi milik salah satu provider di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) ternyata mantan karyawannya yakni Kurniawan (36). Alasan pelaku nekat melakukan pencurian di tempat kerjanya karena sakit hati dipecat.

Saat melakukan aksinya, Kurniawan tidak sendirian, ia dibantu rekannya yakni Arif Sofyan (36). Saat ini kedua pelaku sudah ditangkap.

Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya Kompol Ronny M Nababan mengatakan, pelaku dipecat di tempat kerjanya pada September 2022 lalu.

"Pelaku nekad melakukan pencurian solar karena sakit hati setelah pada bulan September 2022 lalu dipecat atau di PHK," katanya, Kamis (24/11/2022). 

Dia mengatakan, terungkapnya kasus pencurian ini setelah pihaknya mendapat laporan dari karyawan provider bahwa sudah dua kali mengalami pencurian di lokasi. 

Pencurian itu, kata dia, terjadi pada bulan September dan Oktober 2022.

Polisi yang mendapat laporan itu kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap kedua pelaku.

"Kita amankan Kemarin (23/11/2022). Pelaku Kurniawan ditangkap di Jalan Antang, dan pelaku Arif Sofyan ditangkap di Jalan G Obos," ungkapnya.

Dari hasil penyidikan yang dilakukan polisi, ternyata kedua pelaku ini sudah melakukan aksi pencurian BBM di enam tempat kejadian perkara (TKP) tower telekomunikasi.

Setelah melakukan aksiny, solar hasil curian yang didapat para pelaku ini kemudian dijua ke penadah

"Solar telah dijual kepada penadah dan uangnya digunakan tersangka untuk keperluan sehari-hari," ungkapnya.

Akibat pencurian yang dilakukan dua pelaku, pihak provider mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.    

Editor : Candra Setia Budi

Bagikan Artikel: