Sebagian besar kebakaran lahan berdasarkan laporan yang diterima terjadi di sekitar permukiman warga. Kondisi tersebut membuat petugas harus segera melakukan pemadaman untuk mencegah api semakin meluas.
Salah satu kendala utama yang dihadapi petugas, yakni terbatasnya sumber air akibat musim kemarau. Petugas terkadang harus memanfaatkan sumur bor milik warga selain mengandalkan pasokan air dari mobil tangki.
Maraknya karhutla di Palangka Raya juga berdampak terhadap kualitas udara. Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah, terutama pada pagi dan sore hari.
Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga diimbau selalu menggunakan masker untuk mengurangi dampak paparan asap.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait