Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. (Foto: iNews).

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Kotim, Halikinnor menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan untuk berkoordinasi mengantisipasi dampak kabut asap. Jika kualitas udara terus memburuk, jam belajar di sekolah dimungkinkan akan diundur.

"Misalnya pagi mulai kabut asap, kan bisa saja kan jamnya dimundurkan," ujar Halikinnor. 

Dia mengatakan, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September. Kondisi itu dinilai berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan serta memperparah kabut asap di wilayah Kotawaringin Timur.


Editor : Kurnia Illahi

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network