Polda Kaltara menetapkan 10 tersangka kasus tambang emas liar di Kabupaten Bulungan dan Tana Tidung. (ANTARA/HO - Humas Polda Kaltara)
Antara

TARAKAN, iNews.id - Sebanyak 10 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tambang emas liar di Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Penyelidikan ini berdasarkan enam laporan polisi yang masuk ke Polda Kaltara.

Direktur Reskrimsus Polda Kaltara Kombes Pol Hendy F Kurniawan mengatakan, identitas ke-10 tersangka masing-masing berinisial MM sebagai penambang. Kemudian KH sebagai penambang dan pengelola dan RS juga berperan sebagai penambang.

"Lalu AW sebagai pengangkut dan IH, BH, RR, MN, NA serta PA yang berperan sebagai pengolah," ujarnya, Kamis (21/7/2022).

Dia menjelaskan, para tersangka diamankan dari dua lokasi, yakni Desa Sekatak Buji, Kecamatan Sekatak, Bulungan dengan empat tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian di Desa Bikis, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung sebanyak 2 TKP.

Dari hasil tangkapan tersebut, ditemukan barang bukti dari penambangan berupa 132 karung material tanah dan batuan yang diduga mengandung emas.

"Kemudian dua mobil pengangkut serta barang pengolahan pemurnian seperti emas sebanyak kurang lebih 1.006,27 gram, perak sebanyak kurang lebih 4.115,23 gram dan uang tunai sebesar Rp86.039.000," katanya.

Selanjutnya ada satu karung boraks, dua tabung oksigen, empat tabung gas, lima timbangan digital, lima buku catatan pembelian, satu karbon yang bercampur material diduga mengandung emas, satu kompresor, dua blower dan satu set alat pembakaran yang digunakan untuk melakukan pengolahan.

Atas perkara tersebut, para tersangka dijerat Pasal 161 junto Pasal 35 ayat (3) huruf c dan g junto Pasal 104 junto Pasal UU RI Nomor 4 Tahun 2009 sebagaimana telah diubah UU RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.

Selain itu, mereka juga diancam dengan Pasal 158 UU tersebut dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT