Polisi mendatangi lokasi kejadian tewasnya pasutri di Palangka Raya. (Foto: Ade Sata/iNews)
Ade Sata

PALANGKA RAYA, iNews.id - Take-teki pelaku pembunuh pasangan suami istri di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, masih misteri. Sejauh ini, polisi telah memeriksa 10 orang saksi, dua di antaranya dicurigai diduga terlibat pembunuhan Ahmad Yendianor (46), dan istrinya Fatmawati (45).

Adapun 10 orang saksi yang diperiksa yakni keluarga korban termasuk anak perempuannya yang selamat sebagai saksi kunci, tetangga dan rekan korban yang sering main ke rumahnya.

Untuk mengungkap siapa pelaku pembunuh pasutri ini, Polresta Palangka Raya dibantu Direskrimum Polda Kalteng. 

Berikut fakta terbaru kasus pembunuhan pasutri di Palangka Raya yang iNews.id rangkum:

1. Periksa 10 orang

Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya Kompol Ronny M Nababan mengatakan, dalam kasus ini pihaknya telah memeriksa 10 orang saksi. Di antaranya, anak korban, tetanga, dari teman-teman korban.
 
"Untuk rekan korban ada empat orang yang kita periksa, yang sering main ke kamar korban," katanya.

Saat ini, kata dia, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memperkuat alat bukti yang ada.

2. Dua orang dicurigai

Kata dia, selain memeriksa 10 saksi, pihaknya mencurigai dua orang diduga terlibat dalam pembunuhan itu.

Saat ini, sambungnya, pihaknya masih mendalami peran dari kedua orang tersebut. 

"Selain memeriksa saksi juga mendalami peran dua orang yang dicurigai terlibat dalam pembunuhan," ujarnya.

Namun dia tidak mengungkap identitas dua orang yang dicurigai tersebut. 

Diduga, pembunuhan terhadap pasutri ini tidak bermotif pencurian atau perampokan. Sebab, pada saat kejadian tidak ada barang berharga milik korban yang hilang.

3. Polda Kalteng turun tangan 

Untuk mengungkap pelaku pembunuh pasutri ini, Polresta Palangka Raya mendapat bantuan dari Direskrimum Polda Kalteng.
  
"Sejak awal tim gabungan kami terjunkan untuk menyelidiki kasus pembunuhan suami istri itu guna membantu anggota Polresta Palangka Raya dalam mengungkap kasus tersebut," kata Ditreskrimum Polda Kalteng Kombes Pol Faisal F Napitupulu. 

Hingga saat ini, sambungnya, pihaknya belum bisa mamastikan modus operandi tersebut. Sebab, personel masih mencari sejumlah bukti dan petunjuk guna menangkap pelakunya.

4. Gegerkan warga

Kasus pembunuhan yang dialami pasutri ini sempat membuat warga di sekitar rumah korban geger. Sebab, saat peristiwa itu terjadi tetangga korban tidak mendengar adanya suara keributan.

Keduanya ditemukan tewas di tempat berbeda di rumah mereka dalam keadaan penuh luka di sekujur tubuh. Peristiwa itu diketahui warga setelah anak mereka berteriak dan melapor ke ketua Rukun Tetangga (RT).

"Tidak ada suara apapun, misal suara keributan," kata tetangga korban bernama Holila.


Editor : Candra Setia Budi

BERITA TERKAIT