Beratnya Latihan dan Pendidikan Kopaska, Fase Pertama Diakhiri Minggu Neraka

Kurnia Illahi ยท Rabu, 07 Desember 2022 - 06:11:00 WIB
Beratnya Latihan dan Pendidikan Kopaska, Fase Pertama Diakhiri Minggu Neraka
Komando Pasukan Katak (Kopaska) merupakan salah satu pasukan elite TNI AL didirikan 31 Maret 1962 oleh Presiden Soekarno. (Foto: TNI AL).

PALANGKA RAYA, iNews.id - Komando Pasukan Katak (Kopaska) merupakan salah satu pasukan elite TNI Angkatan Laut (AL). Kopaska didirikan 31 Maret 1962 oleh Presiden Soekarno.

Saat itu Kopaska dibentuk untuk membantu pemerintah dalam menyelesaikan persoalan Irian Barat. Semboyan dari korps ini, Tan Hana Wighna Tan Sirna yang berarti Tak Ada Rintangan yang Tak Dapat Diatasi.

Misi-misi yang diemban Kopaska sangat berat dan berbahaya, sehingga wajar jika pendidikan dan pelatihan siswa Kopaskan sangat berat penuh tantangan. Siswa Pendidikan Komando Pasukan Katak (Dikkopaska) harus melalui berbagai tahapan pendidikan. 

Dikutip dari laman TNI, tahapan tersebut, di antaranya tes ketahanan air, psikotes khusus, tes kesehatan khusus bawah air serta berbagai tes jasmani lainnya. Dikkopaska diawali dengan indoktrinasi dan gemblengan fisik luar biasa untuk mencapai keahlian khusus menyelam dan pertempuran bawah air. 

Komando Pasukan Katak (Kopaska) merupakan salah satu pasukan elite TNI AL didirikan 31 Maret 1962 oleh Presiden Soekarno. (Foto: TNI AL).
Komando Pasukan Katak (Kopaska) merupakan salah satu pasukan elite TNI AL didirikan 31 Maret 1962 oleh Presiden Soekarno. (Foto: TNI AL).

Fase latihan pertama selama 1,5 bulan diakhiri dengan “Minggu Neraka” (Hell Week) yang sangat menguras pikiran dan tenaga. Para siswa, dari golongan perwira, bintara maupun tamtama digojlok tanpa melihat pangkat sesuai standar pasukan khusus.

Mereka selalu dikejutkan dengan kegiatan tak terduga, seperti renang laut di tengah gelapnya malam, senam perahu karet serta dayung. Bahkan, para siswa kadang hanya tidur sebentar, 10 menit kemudian harus melakukan halang-rintang, push up dan pull up. Mereka juga dipukuli oleh para instruktur serta pelatih untuk menggembleng mental dan ujian lisan tentang teori yang telah diberikan. 

Tujuan gemblengan tersebut untuk membuktikan setiap orang bisa berpikir 10 kali lipat dalam kondisi terdesak dan dalam tekanan fisik serta mental. Tantangannya, sebagai pasukan khusus yang bisa menyelesaikan misi dengan cepat, tuntas dan rapi, yaitu bagaimana caranya bisa berpikir secara sadar dan tidak gegabah.

Fase berikutnya, yaitu pembinaan kelas selama 2,5 bulan ditambah sebulan praktik. Teori yang didapatkan dari pembinaan ini, pengintaian pantai, demolisi dan sabotase.

Editor : Kurnia Illahi

Halaman : 1 2 3

Follow Berita iNewsKalteng di Google News

Bagikan Artikel: